Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya

Sulitnya Membagi Waktu Menulis

Membagi waktu untuk menulis ketika kesibukkan padat, terasa begitu sulit. Harus ada komitmen untuk menjaga konsistensi tulisan di beberapa ruang. Kalau hanya menulis di satu media mungkin tidak terlalu repot. Sekali tulis, lalu editing sendiri, terus dikirim, sudah selesai. Perkara tulisan itu nanti dimuat di media itu atau tidak, sudah lupakan saja. Tapi menulis untuk berbagai media, dengan beragam jenis tulisan menjadi PR besar yang seharusnya dijaga konsistensinya.

Begitu seharusnya, namun karena aktivitas menulisku masih terbilang hangat-hangat tahi ayam, maka aku belum bisa demikian. Dalam rentang waktu yang cukup panjang, aku kurang aktif menulis di beberapa media. Artikel yang ada di rubrik gagasan, harian Wonosobo Ekspres,sudah sementara waktu tak kudatangi. Padahal baru empat artikelku terbit di media itu. Satu judul artikelku “Kiat Menangkal Anak Bolos Sekolah” tidak terbit, bisa jadi karena email kelewat tak terbaca. Juga cerkak di majalah Djaka Lodang, setelah terbit cerkakku yang kedua kemarin, aku belum nulis lagi. Memang ngirimnya sudah tiga judul tapi yang terbit baru dua karena yang satu judul kepanjangan. Maksimal cerkak hanya 4 halaman, cerkaku itu sampai 7 halaman. Rubrik Sastra “Menoreh” di harian Magelang Ekspres juga belum saya kirimi lagi puisiku. Padahal sudah 10 judul puisiku terbit di buku itu, yang tidak terbit aku lupa berapa judul. Untuk memantau karyaku terbit atau tidak di Menoreh itu memang tidak mudah. Aku sudah lama tidak membeli atau membaca Rubrik Menoreh, harian Magelang Ekspres. Padahal tidak ada pemberitahuan naskah kita dimuat atau tidak. Di era digital ini memang penerbitan media cetak sangat banyak berkurang. Jumlah halaman terbatas, dan penulis ada yang tidak dikirimi bukti penerbitan. Paling, kita bisa menduga dari kiriman honor di rekening. Itu saja hanya nominalnya saja, honor tulisan yang mana kita tidak tahu.

Rubrik lain adalah geguritan dan crita pengalaman di majalah Djaka Lodang. Sekitar 10 judul geguritanku terbit di majalah tersebut. Beberapa cerita pengalamanku juga nangkring di majalah berbahasa Jawa terbitan kota Gudeg, Jogyakarta itu. Sebenarnya kalau mau nulis untuk geguritan dan crita pengalaman tidak terlalu rumit seperti hanya cerkak atau cerpen berbahasa Indonesia. Tapi ya itu tadi, faktor kesibukkan..eh bukan, faktor kemalasan saja. E..sebenarnya malas juga tidak lho, apa karena kurangnya konsistensi nulis saja ya. Mungkin aku perlu membuat jadwal menulis setiap hari. Misalnya, hari Senin malam menulis artikel untuk Wonosobo Ekspres. Hari Selasa Pagi sebelum Subuh nulis geguritan dan crita pengalaman di majalah Djaka Lodang. Hari Rabu malam nulis puisi di rubrik “Menoreh”. Kamis siang, karena mengajarnya hanya sampai ja ke-4, saya nulis cerkak. Jum’at sore nulis untuk Djaka Lodang rubrik gagasan. Sabtu s/d Minggu waktunya fleksibel, aku nulis di ruang lain, seperti gurusiana, menulis di blog pribadi dan blog sekolah. Wah..maunya sih semua ditulis, tapi prakteknya suka ngadat semua.

Beberapa hari ini saya fakum nulis di gurusiana. Karena sedang menyelesaikan draf buku untuk diterbitkan di Media Guru. Alhamdulillah dua draf buku sudah selesai dan kukirim di email penerbit. Keduanya adalah buku kumpulan puisi. Buku pertama berisi 52 judul puisi, sebagai penanda umurku yang sudah melewati angka 52 tahun. Buku kumpulan puisi kedua, berisi 75 judul, sekarang masih tahap editing oleh penerbit. Kalau buku yang pertama, sudah selesai edit tinggal antri di tim lay-out.

Oh ya, aku juga harus menjadi frekuensi menulisku di medsos khususnya facebook. Sekedar untuk berbagi pengalaman/ide/atau sedikit ilmu kepada khalayak. Setidaknya sebagai wujud komitmenku dalam menulis dan membiasakan menulis sebagai kegiatan rutin sehari-hari.

Semoga semua agendaku tersebut lancar dan kelar. Mungkin ada teman penulis atau pembaca yang ingin memberi komentar? Silakan, kutunggu lho! Makasih sebelum dan sesudahnya. Salam literasi, mari berbagi pengalaman menulis kawan-kawan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah saya malu sama bu Eko..saya yg masih belajar nulis saja kadang kesulitan bagi waktu, bu..Bu Eko memang luar biasa

29 May
Balas

Saya masih sering ngadat bu nulisnya, ini lagi membangkitkan semangat untuk nulis lagi. Makasih ya bu Dyahni, selalu singgah mengapresiasi. Semoga tambah giat, amin.

29 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali