Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya

Senyum Petani

(Puisi)

Ada yang menarik pagi ini

Langit yang membiru

Daun-daun hijau merimbun

Hangat cahaya matahari

Udara segar berseri

Ada senyum petani

Menebar energi

Didorongnya tanaman ketela rambat

Sebagai bibit baru

Membuat hatiku tertambat

Lelaki tua menabur asa

Membelah pagi buta

Memintal tenaga

Dingin ditikamnya dengan ingin

Asa ditaburi doa

Karena ia yakin,

"Siapa berusaha Tuhan memudahkan

jalan. Siapa menanam akan memanen"

Roda terus berputar

Bersama binar petani

Kelak kan memanen

Buah keringatnya saat menanam

Cahaya pagi jatuh di mataku

Aku jadi lebih lapang

Memandang ruang dan waktu

Serasa ada permata

Di balik senyum petani

Ada yang menarik pagi ini

Aku menyimpannya dalam hati

Wonosobo, 7 Juli 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

30 ha tanaman kentang ..terbalut salju. Bun..

07 Jul
Balas

Lho, ini petani di kampungku pak Tanto. Bukan yang di Dieng. Petani yang kuceriterakan ini habis memanen ketela rambat. Jadi senyumnya rekah mendapat rezeki yang melimpah.

07 Jul

di sini lumayan panin adhem2an

07 Jul

Alhamdulillah pak, panen ketela rambat. Melihat saja ikut senang, petani tersebut tadi pagi melintas di belakang rumahku.

07 Jul

Wah puisinya bagus bu Eko

07 Jul
Balas

Nggih pak, matur nuwun. Tapi saya kesulitan dalam mengatur pembaitan pak. Teks asli tidak seperti itu, begitu diposting tampilannya jadi buyar. Pembaitannya hilang, dibaca jadi tidak nyaman. Mungkin ada masukkan pak.

07 Jul

Saya selalu suka puisi bu Eko...bisa diajari teknik dasar membuat puisi

07 Jul
Balas

Alhamdulillah, kalau ibu suka, terima kasih. Waduh, aku nulisnya nggak pakai teknik bu. Ketika melihat peristiwa atau kejadian yang menginspirasi untuk ditulis, ya langsung nulis begitu saja. Nggak pakai konsep langsung di hp, dan terus dipost sekalian.

07 Jul

Ada yang menarik pagi ini Berkilau cahaya mentari Menebar asa sebarkan energi Langkah langkah petani menjemput rezeki Yakinlah, Allah pasti akan tepati janji. Bu Eko ini, jagonya menorehkan puisi. Tiada hari tanpa puisi, menggambarkan betapa peka "rasa" sang penulis dialah Eko Hastuti. Salam sehat dan sukses selalu, ibu. Barakallah.

07 Jul
Balas

Tadi waktu aku jalan-jalan di belakang rumah berpapasan dengan petani itu bu. Saya terpesona dengan senyumnya. Aku minta izin untuk memotretnya. Sayang mau saya apload kok tidak bisa. File gambar sudah kukrop, tapi tetap belum bisa.

07 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali