Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
Resensiku Diapresiasi Penyairnya, Budhi Setyawan

Resensiku Diapresiasi Penyairnya, Budhi Setyawan

Untuk yang kedua kalinya aku menulis tentang apresiasi postingan di gurusiana. Yang pertama berjudul, “Kekuatan Komentar Tulisan di Gurusiana, Dasyat”. Tulisan itu kupost tanggal 15 Mei 2018 dan mendapat 10 komentar. Komentar-komentar tersebut dari gurusianer senior seperti Bapak Ahmad Syaihu, Ibu Raihana Rasyid, Ibu Dyahni Mastutisari, Ibu Sumintarsih, dan Bapak Faisal Riza Hasbullah. Berasa bagaimana membaca apresiasi dari para senior bahkan gurusianer populer yang bernada memotivasi, menguatkan, berbagi, kangen karena beberapa waktu tidak muncul, didoakan, dan bentuk apresiasi lainnya. Artinya tulisan kita dibaca dan direspon orang. Tanpa komentar pun bisa jadi tetap dibaca orang walaupun tanpa jejak. Paling kita bisa lihat jumlah pengunjung dari rekap yang lihat sudah berapa kali. Senang rasanya kalau tulisan kita dibaca banyak orang dan direspon sedemikian rupa. Itu pengalamanku menjadi gurusianer yunior yang belum lama ini bergabung.

Yang kedua adalah tulisan ini yang berjudul “ Resensiku Diapresiasi Penyairnya, Budhi Setyawan”. Buku kumpulan puisi berjudul “Sajak-Sajak Sunyi” karya Budhi Setyawan ini memang saya pesan langsung dari penyairnya beserta buku-buku lain. Bukunya kecil tapi isinya cukup dalam dengan bahasa yang puitis. Jadi sangat asyik dibaca kapan saja, lebih-lebih saat sendiri dalam kesunyian. Resensiku tersebut kupost tanggal 20 April 2018. Di gurusiana hanya mendapat dua komentar dari pembaca yang tidak lain temanku sendiri, Pak Muktiyono. Beliau berkomentar, “Josss Produktif bu” pada tanggal 21 April 2018. Itu saja aku sudah senang, maka kubalas demikian, “Makasih Pak Muktiyono, salam literasi”. Eh, rupanya tulisan di gurusianer juga dibaca banyak orang di luar guru-guru yang tergabung di blog gurusianer tersebut. Buktinya, tidak sengaja resensiku dibaca sendiri oleh penulisnya, Budhi Setyawan.

Awalnya aku sedikit terkejut dapat pesan via WhatsApps dari mas Budhi, biasa aku menyebut. “Sugeng siang bu Eko. Sugeng siyam. Matur nuwun telah nulis resensi buku saya, Sajak-Sajak Sunyi”. Saya dapat di internet bu he3. Kalau ngga merepotkan, bisa diemail ke saya ya bu Eko” tulis mas Budhi Setyawan di WA. Maka kuiyakan untuk mengirim file resensi tersebut sesegera mungkin. Aku minta maaf karena kemarin tidak bawa laptop di sekolah. Tapi mas Budhi rupanya orang yang sabar dan bijak. Beliau berkilah demikian, “Iya bu, beberapa tulisan tentang buku saya memang saya unggah di blog saya. Cuma saya lama belum update blog saya juga. Belum sempat”. Luar biasa, seorang penyair yang asli dari Purworejo ini. Sudah produktif menulis puisi, menulis geguritan, Ketua Forum Sastra Bekasi, banyak manggung membedah antologi puisinya sendiri juga karya penyair lain, tulisannya terbit di media cetak dan online, dan ngeblog. Yang lebih super duper keren, beliau bukan berbasis pendidikan bahasa dan sastra. Beliau juga tidak terkait langsung dengan dunia pendidikan karena bekerja di kantor Keuangan di Jakarta. Hebatnya lagi beliau tidak pernah menyinggung profesinya itu dan lebih suka disebut penggiat sastra Jabotabek khususnya Bekasi.

Aku menjadi semakin malu saja. Sebegitunya mas Budhi intens berkarya dan menyuarakan pentingnya literasi. Sebegitunya beliau produktif dan aktif berorganisasi untuk menebar literasi, berbagi ilmu, pengalaman, dan kebaikkan melalui tulisan. Sebegitu beliau sederhana dan rendah hati. Memang benar, ilmu padi, “semakin merunduk semakin berisi”. Apresiasi mas Budhi yang demikian terhadap postinganku di gurusianer pun sanggup menggerakkan jari jemariku untuk menuliskan pengalaman sebagai gurusianer yang diapresiasi oleh penulis buku yang kuresensi. Ini jelas apresiasi yang luar biasa dan aku suka. Terima kasih mas Budhi apresiasinya, email tentang file resensi tersebut sudah terkirim ya. Yang lebih membanggakan lagi, resensiku tersebut bakal nangkring di blog kerennya. Wah...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Selamat ya Bu pasti sen dan. Semakin produktif

01 Jun
Balas

Makasih banyak Bu Sri Sugiastuti, apresiasinya membanggakan. Padahal aku masih seperti yang dulu lho nulisnya, hangat-hangat tahi ayam hehe..nulisnya kalau mau dan mampu saja. Tapi atas apresiasi dan motivasi dari bu Sri saya jadi bersemangat. Selamat berpuasa Ibu, semoga sehat selalu. Amin

01 Jun

Senengnya diapresiasi sama pengarangnya langsung ?

01 Jun
Balas

Benar bu Dyahni, senang sekali. Padahal aku tidak ngasih tahu lho, kok beliaunya nemu sendiri postingan di gurusiana hehe..makasih ya bu dah singgah mengapresiasi tulisanku. Wah, berlipat senangnya. Selamat berpuasa bu, semoga sehat selalu.

01 Jun

Waaaahhh... keren bunda, pasti jadi tambah bersemangat nih ^_*

01 Jun
Balas

Hehe..iya bu Rini, jadi semangat nulisnya. Ternyata gurusiana juga dikunjungi pembaca pada umumnya. Meski mereka tidak mesti meninggalkan jejak membaca berupa komentar. Selamat pagi, selamat berpuasa, sehat selalu bu Rini Apriani Kartini.

01 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali