Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
Pulang

Pulang

(Puisi)

Matahari mulai tergelincir ke arah barat

Kulihat jarum jam menunjuk angka tiga belas empat puluh menit

Hawa dingin masih menggigit

Deru roda traktor kembali terdengar

Semakin dekat melewati gang depan rumah

Kusapa Pak Tani dengah ramah "Nembe kondur, Pak" kataku

"Nggih bu, ngapunten ndherek langkung" katanya. "Nggih Pak, mangga" jawaku. "Pinarak Pak" seruku bersahabat. "Matur nuwun bu, ngapunten pun siang"

"Ngapunten kula potret, nggih pak" kataku sambil mengejar laju traktor yang ingin segera pulang. "Nggih bu, mangga" kata Pak Tani sambil memperlambat traktor. "Sampun pak, matur nuwun" jawabku berterima kasih.

Pak Tani dengan traktor sederhana terus melaju, mengejar waktu

Kulit tubuhnya yang legam

Memeram dinamika kehidupan

Ketika lahan pertanian tak lagi jaminan

hidup nyaman bila tak mau berjuang

dengan cucuran keringat

dan doa yang dilangitkan

Tapi aku bahagia

Senyum Pak Tani begitu tulus

Sejalan dengan jiwanya yang lurus

Wonosobo, 5 Juli 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Senyum pak tani tulus Setulus do'a yang dilangitkannya ke haribaan sang Maha Rahmaan dan Maha Rahiim Menanti pane yang semoga barokah. Salam sehat dan sukses selalu....ibu. Barakallah.

05 Jul
Balas

panen

05 Jul

Saya jadi malu, kadang cuma hal kecil yang membuat kecewa saja, langsung cemberut dan mengeluh. Sementara Pak Tani yang kehidupannya keras, dipanggang matahari sepanjang hari, masih rekah senyumnya. Ini benar-benar jadi pelajaran khususnya buat saya bu. Makasih juga apresiasi bu Nana yang selalu menyejukkan. Salam sehat dan sukses juga. Semoga pak Tani kelak panennya melimpah. Amin YRA.

05 Jul

Bagus banget bunda, jeli lihat situasi jadi bahan tulisan yang menggigit syarat makna.

05 Jul
Balas

Modalnya cuma peduli sesama dan peka terhadap apa pun di sekitar kita. Selanjutnya nurani kita akan menangkap sendiri apa yang patut disuarakan demi peningkatan kehidupan bersama. Makasih ya, apresiasi bapak membanggakan. Jangan bosan berkunjung, aku akan datang di mana ada kesempatan haha..

05 Jul

Ternyata belajar bisa di mana saja, tidak harus di sekolah, kita bisa belajar dari yang kita saksikan di sekeliling kita.

05 Jul
Balas

Betul pak, justru apa yang nampak (peristiwa/fakta ,fenomena alam, dan lainnya itu bisa jadi guru kehidupan yang sesungguhnya. Sayangnya, tidak banyak orang peka. Trims apresiasinya.

05 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali