Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
Prestasi yang ke Berapa?

Prestasi yang ke Berapa?

Begitu pertanyaan teman lamaku yang kebetulan bertemu di sebuah event lomba. Ketika itu, baru saja selesai penyerahan hadiah Lomba Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas di SKB Wonosobo. Mendadak aku tercekat, tidak bisa menjawab. Hanya kata syukur, “Alhamdulilah” saja yang terucap. Teman lamaku “Elvan Kaukab” pun tidak mempermasalahkan pertanyaannya tidak dijawab. Aku pun merasa tidak perlu menjelaskan lebih lanjut. Kami justru melanjutkan ngobrol banyak hal, terutama kenangan waktu menembuh study lanjut di Purwokerto beberapa tahun lalu.

Aku jadi ingat, Elvan temanku itu selalu mengatakan “semangat”, “hebat”, “keren”, “top”, “sip”, atau “luar biasa”. Setiap mengetahui teman lain ada yang berhasil menyelesaikan sesuatu, entah itu tugas dari dosen, masalah keseharian, atau sukses memenangkan perlombaan, pasti kata-kata yang mengandung motivasi itu muncul.

Kadang hanya hal kecil saja, Elvan pasti mengapresiasi sedemikian rupa. Serasa Elvan itu medan magnet yang bisa menarik orang lain ikut seperti yang dia inginkan. Semangatnya membangkitkan orang lain untuk terus maju dan berkembang tak henti-hentinya didengungkan. Itulah, maka ketika Elvan lebih dulu lulus, kami yang tertinggal merasa sangat kehilangan magnet yang terus menebar semangat positif tersebut. Ketika pada akhirnya kami berhasil menyelesaikan study, Elvan ingin pertemanan di antara kami sekitar 23 orang, tetap berlanjut. Namun rupanya, rintisan dan ide yang bagus tersebut tidak mudah diwujudkan. Mengingat kami berasal dari beragam latar belakang. Semua punya aktivitas masing-masing, juga kesibukkan bekerja atau berkarier yang variatif. Hingga dengar-dengar si A tahu-tahu sudah lulus S3. Si B jadi Kepala Sekolah SMA berprestasi tingkat nasional. Si C jadi Pengawas SMP Berprestasi. Si D sekarang usahanya semakin banyak dan kualitas ekspor. Si E jadi dosen di sebuah universitas, dan lain-lain.

Memang, prestasi tidak hanya dalam kejuaraan lomba. Label orang berprestasi bisa dilihat dari peningkatan kualitas hidup dan kebermanfaatan hidupnya bagi orang lain. Kesuksesan orang tua mendidik dan membesarkan hingga meraih kesuksesan, itu juga prestasi. Sampai ke hal-hal yang kecil saja, Elvan selalu pengapresiasi dengan pujian yang membanggakan. Aura positif seperti itu yang tidak dimiliki oleh semua orang. Seperti pernah kutulis sebelumnya, bahwa kekuatan komentar pembaca pada tulisan di gurusiana itu dasyat. Bisa membuat orang terus bergerak dalam karya nyata berupa tulisan yang beragam. Tentu saja tulisan yang enak dibaca, renyah dikunyah, mudah dipahami, dan bergizi. Lalu apa hubungannya dengan judul tulisan ini? Ya, mau menegaskan kalau prestasi itu tidak dilihat dari medalinya, piagamnya, uangnya, terkenalnya, dan sisi lainnya.

Yang pasti, prestasi adalah bentuk pengakuan pada diri kita bahwa kita telah melakukan sebuah proses panjang. Juga bukti kalau kita terus bergerak maju tidak stagnan. Mari kita ukir sendiri nama kita di belantara kehidupan ini, meski banyak onak dan duri. Kita tebar pula aura positif kepada sesama, bisa jadi kelak kebaikkan yang kita tebarkan berbuah prestasi berikutnya. Tidak perlu diingat prestasi kita yang ke berapa. Tapi selalu bertanyalah pada diri sendiri, prestasi apalagi yang harus kupersembahkan bagi kehidupan yang lebih baik.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Selamat atas prestasi Ibu. Semoga terus berprestasi, Bu Eko.

26 May
Balas

Terima kasih pak Edi Prasetyo, insyaallah tetap bersemangat menulis. Amin, mohon bimbingannya agar diberi kemudahan dan kesuksesan pak. Demikian juga, salam sukses dan semoga sehat selalum. Amin

26 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali