Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK

PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK

Setiap orang pasti punya pengalaman hidup. Entah itu pengalaman yang menyenangkan, menyusahkan, membuat malu karena lupa, ketika marah, dan lainnya. Ada jenis pengalaman yang susah dilupakan karena begitu membekas dalam ingatan. Kalau pengalaman itu lucu, kadang kita tanpa sadar senyum-senyum sendiri. Kalau pengalaman itu aneh dan mencengangkan bisa membuat kita geleng-geleng kepala. Apabila pengalaman itu membahagiakan karena terasa indah untuk dikenang dapat membuat hati kita kembali berbunga-bunga. Sebaliknya jika pengalaman itu terasa menyakitkan, sebetulnya tidak perlu diingat-ingat. Karena bisa menambah luka berkepanjangan, cukup dijadikan pelajaran jangan sampai pengalaman pahit itu kembali terulang. Setidaknya kita harus lebih hati-hati kegagalan demi kegagalan jangan terulang lagi.

Ternyata, pengalaman yang beraneka macam tersebut dapat menjadi ide tulisan yang tak akan habis ditulis dan mudah. Tidak habis bagaimana? Karena pengalaman tidak harus kita alami sendiri. Bisa dari mendengar cerita teman, curhatan orang di medsos, cerita anak atau saudara bisa kita tulis. Lha kok mudah? Ya jelas mudah karena tulisan jenis ini tak ubahnya seperti kita berbagi cerita dengan teman atau sahabat. Panjang pendek tulisan pengalaman tidak dibatasi secara baku. Namun bila cerita pengalaman tersebut akan dikirim ke media cetak harus menyesuaikan dengan ruangan pada rubrik tersebut. Artinya panjang tulisan menyesuaikan dengan ruang yang ada. Kira-kira tiga paragraf pendek, pengalaman kita tersebut sudah lengkap. Setidaknya setting, tokoh, alur cerita, diceriterakan secara jelas dengan bahasa yang menarik.

Apabila pengalaman berkesan tersebut akan dikirim ke majalah berbahasa Jawa tentu kita harus memilih ragam bahasa yang komunikatif. Misanya dengan ragam ngoko alus yang mudah dipahami tapi juga memenuhi unggah-ungguh basa atau etika berbahasa Jawa. Tulisan jenis ini ternyata menarik pembaca karena menjadi hiburan tersendiri. Jadi disamping mempunyai pelajaran juga menghibur karena geli, lucu, aneh, membuat kita heran atau terpana tiada habisnya. Bagi penggemar majalah berbahasa Jawa dapat membaca tulisan jenis pengalaman ini di rubrik “Apa Tumon” majalah Panjebar Semangat halaman 41 atau rubrik “Pengalamanku” majalah Djaka Lodang halaman 35. Yang belum mencoba silakan dicoba haha..lumayan lho dapat honor hehe..Berikut ini kusertakan dua tulisanku jenis pengalaman yang terbit di majalah Djaka Lodang. Dua tulisanku ini entah yang keberapa tapi yang jelas edisi terbaru yang terbit di akhir Mei dan awal Juni 2018. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Waah...cetar membahana. Luar biasa bu Eko, tulisannya ada dimana-mana. Salam sehat dan sukses selalu . Barakallah.

06 Jun
Balas

Alhamdulillah bu, sekedar untuk merawat konsistensi menulis saja. Yang sudah jalan dijaga agar tetap eksis karena semua punya ruang dan pembaca masing-masing. Makasih bu Nana, energi literasi ibu tak terasa dapat membakar semangaktku untuk konsisten menulis. Salam sehat dan selalu juga. Amin.

06 Jun

Apik tenan

06 Jun
Balas

Nggih mas, matur nuwun apresiasinipun.

06 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali