Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
Latber Panahan Lima Kabupaten

Latber Panahan Lima Kabupaten

Latihan Panahan Bersama atau disingkat Latber lima kabupaten (Salatiga, Pati, Jepara, Semarang, Wonosobo) atau dibuat akronim jadi sapajesewo berlangsung sukses dan menyenangkan. Betapa tidak senang, suasana yang terjalin sangat akrab dan kompak. Kegiatan digelar di lapangan Embung Bangau, Tajuk, Getasan, Kabupaten Semarang pada tanggal 7 – 8 Juli 2018 lalu. Sebagai penyelenggara adalah Perpani Pati yang menginginkan ada latihan bersama di alam bebas, sebagai persiapan maju tingkat provinsi (porprov) bulan Oktober 2018. Pati selain penyelenggara juga penyandang dana karena perhatian dan fasilitasi dari Pemda sangat besar.

Pada latihan Panahan bersama kali ini, Perpani Wonosobo menyertakan tiga atlet Panahan yakni Qintara Zany (Mahasiswi UNNES), Gallant Pamungkas (SMAN 1 Wonosobo), dan Ubay (SMPN 1 Wonosobo). Sedangkan pembimbing Panahan Wonosobo adalah Bardain Beni dan Sasongko Jati Warno. Ketua Perpani Wonosobo, Agus Hariadi juga mendampingi kegiatan sejak awal hingga selesai.

“Kesertaan Perpani Wonosobo dalam ajang ini untuk menjalin ikatan batin seluruh peserta dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan persaudaraan” kata Bardain seperti statusnya di grup WhatsApp Panahan Wonosobo. Beberapa orang tua atlet Panahan juga mendukung kegiatan ini. Kata Rofikoh, ibunda Srikandi Panahan Wonosobo, Anissa Romadhona, “Semoga sukses, bisa menambah motivasi”. Sementara Nurhayati, ortu atlet Panahan lainnya berharap dan mendoakan, “Semoga mendapat hasil yang terbaik dan barakallah”.

Kegiatan hari pertama diawali dengan latihan bersama mulai jam 13.00 WIB sampai sore. Memang dimulainya siang karena sambil menunggu atlet dari kabupaten lain. Kegiatan hari kedua dimulai jam 09.00 WIB, sebelumnya kegiatan dibuka oleh ketua KONI Salatiga. Selanjutnya pertandingan masing-masing divisi nasional, compound, dan recurve dimulai. Peserta terbanyak dari Pati, urutan kedua dari Salatiga, Semarang, Jepara, dan peserta paling dari Wonosobo karena hanya mengirim 3 atlet. Ketiganya adalah Gallant P dan Ubay (ricurve) dan Qintara (compound). Pada kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Pengurus Panahan Pengprov Jateng, Pemadi selaku Bimpres, juga dihadiri oleh seluruh Pengcab yang ikut serta dalam latber tersebut.

Semoga dengan adanya latihan bersama Panahan lima kabupaten ini dapat meningkatkan motivasi untuk berlatih lebih giat. Diharapkan ketiga atlet Panahan tersebut dapat merebut medali pada Porprov Panahan tahun 2018 pada bulan Oktober nanti. Namun yang menjadi keprihatinan Perpani Wonosobo adalah soal pembinaan dan pendanaan dari Pemda setempat. Selama ini belum ada pembinaan intensif dan pendanaan yang layak. Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, kondisi finansial atlet maupun pelatih sangat memprihatinkan. Hampir semua dana untuk kegiatan maupun lomba ditanggung oleh orang tua atlet. Sehingga jam terbang berlatih sangat kurang. Belum lagi sarana dan prasarana yang belum terpenuhi, seperti tempat berlatih, papan tembak (bantalan), dan lainnya. (eko hastuti)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kalau kita bilang pemerintah kurang perhatian, nanti kita salah pula. Tetapi kenyataannya seperti itu. Dari berbagai cabang olah raga mengalami nasib yang sama. Jika mau maju harus ada "modal" sendiri. Nah, bagi atlit yang berprestasi sementara orangtua tidak mampu membiayai gimana jadinya ? Semoga selalu ada solusi. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jul
Balas

Betul bu, akhirnya jadi dilema. Sebagai orang tua merespon anak yang punya bakat minat dan hobi olah raga jadi bumerang. Mau didanai sendiri biayanya besar apalagi untuk olah raga cabang tententu, seperti balap sepeda dan panahan. Ya setidaknya pemda memberi apresiasi dan pembinaan gitu. Beruntung pemda di beberapa daerah ada yang memperhatikan, mendanai, membina, bahkan sampai memberi uang saku setiap bulan. Sementara kami masih sepi dari perhatian dan apresiasi. Maaf ya bu, jadi ikut mikir hihi... makasih.

10 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali