Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya

Kenangan Diklat Sagusabu Dapat Buku

Dua hari ini gurusiana diserbu postingan peserta diklat Sagusabu dari kabupaten Kudus. Jadinya gurusiana yang belum lama ini mengalami pasang surut postingan karya gurusianer, mendadak meledak. Sebagai gurusianer yang lebih dulu mengikuti pelatihan, hal tersebut dapat membangkitkan kembali kenangan indah. Mengingat saat mengikuti pelatihan juga diberi tugas yang sama oleh nara sumber (Pak Murman) untuk menulis 300 kata dengan tema bebas. Namun ketika itu Pak Murman, merangsang dengan sebuah botol aqua. Saya lalu menulis dengan judul, “Kisah Dibalik Botol Aqua” dan mendapat dua komentar dari Ibu Raihana Rasyid dan Ibu Endang Widiarti Ningrum.

Yang menjadi kenangan indah ketika Pak Murman menanyakan kepada peserta diklat, “Di antara bapak ibu, siapa yang sudah menulis di gurusiana?”. Ada dua atau tiga peserta yang tunjuk jari. Pak Murwan lalu bertanya, “Sudah menulis berapa judul, Pak..Bu?” Ada yang menjawab satu, ada yang menjawab dua, dan sepertinya ada yang menjawab tiga. Pak Murman bertanya lagi, “Ada tidak bapak ibu yang sudah menulis di gurusiana lebih banyak lagi?”. Semua peserta terdiam, beberapa penasaran dengan menengok kiri kanan atau menebar pandangan. Pak Murman bertanya lagi, “Bagaimana bapak ibu, tidak tertarikkah dengan buku-buku yang saya pegang ini?”. Lanjut Pak Murman, “Yang sudah menulis di gurusiana paling banyak, saya beri hadiah buku bagus ini”.

Karena tidak ada yang tunjuk jari, saya beranikan diri “ngacung”. Pak Murman lalu bertanya, “Sudah menulis berapa judul, Bu?”. Saya jawab, “Dua puluh tiga judul , Pak?”. Pak Murman lalu menyuruh aku maju untuk mendapat hadiah buku. Ada 6 judul buku yang ditawarkan, saya pilih satu yang berjudul, “Antologi Gurusiana tentang Literasi”. Senang rasanya mendapat hadiah buku dengan cara memenangkan kuis atau aktif dalam even diklat seperti itu. Buku hadiah tersebut pun lalu saya buat resensi dan kuposting di gurusiana pada hari kedua diklat, Minggu, 28 April 2018.

Entah bagaimana respon teman-teman guru waktu itu, mungkin heran atau tercengang. Yang jelas, saya mendapat apresiasi dari panitia diklat sagusabu Wonosobo. Memang beberapa hari sebelum diklat dimulai, sudah ada gambaran rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Termasuk peserta wajib membuat akun di gurusiana dan memposting tulisan sebagai pemanasan sebelum menerbitkan buku. Membaca ketentuan seperti itu, saya langsung membuat akun dan mulai memposting tulisan sejak tanggal 20 April. Ini lah kenangan indah yang tak terlupakan, semoga bermanfaat .

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wow, jadi meleleh mengingatnya

09 Jul
Balas

Haha... hadiahnya yang bikin meleleh pak. Saya mau minta dua buku tidak boleh kan?

09 Jul

Saya malah dapat dua buku waktu pelatihan di Batu 31 Desember 2017, dari bu Istiqomah,

09 Jul
Balas

Wah, pak Syaihu memang selalu di depan. Keren pak, siapa cepat dia yang dapat. Bu Istiqomah itu nara sumber ya.

09 Jul

Hehehe...,sudah pasang kuda-kuda duluan. Sagusabu memang memiliki kenangan indah yang tak terlupakan. Rasanya bercampur aduk. Dari mulai semangat yang membara ketika mendengar "wejangan" dari komandan MediaGuru hingga rasa "isin" dan senyum malu-malu ketika tulisan sendiri dikuliti oleh mas Eko. Hmm..., pokoknya sesuatu banget...nggih bu Eko ? Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

09 Jul
Balas

Ternyata punya kenangan diklat Sagusabu juga ya bu. Kalau saya kebetulan sudah punya stok tulisan jadi tinggal apload. Maka jangan heran waktu ditanya sudah ngirim berapa tulisan, saya jawab 20 lebih haha... eh, sama juga pasang kuda-kuda ya.. atau curi start itu namanya? Alhamdulillah, sejak diklat bisa terus eksis di gurusiana ya bu, tinggal memelihara konsistensinya. Makasih ya bu, sudah berbagi kenangan indah. Salam sehat dan sukses juga.

10 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali