Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
Jum'at yang Padat Semoga Berkah

Jum'at yang Padat Semoga Berkah

Hari ini bagiku benar-benar istimewa. Begitu sampai di sekolah aku menyelesaikan rapor dan uba rampe yang diperlukan untuk pembagian rapor besuk pagi. Rapor kelas 8A yang tersimpan di rak-rak ruang TU, kuambil dibantu beberapa siswa kelas 8A. Karena buku rapor yang ukurannya lumayan besar dan berat, berjumlah 32 tersebut tidak mungkin kubawa sendiri ke mejaku di ruang guru. Dengan bantuan cowok-cowok 8a tersebut buku rapor langsung pindah tempat.

Satu persatu buku rapor kucek dengan cermat, ternyata masih kurang dua buku dan satu bendel nilai rapor semester 1 milik salah satu siswa yang aktif mengikuti lomba. Maka dengan serta merta, kupanggil tiga siswa tersebut untuk croscek. Ternyata rapor punya si A memang belum dikembalikan karena lupa. Kusarankan A pulang untuk mmengambil rapor. Siswa B mengaku sudah mengembalikan setelah dipinjam untuk persyaratan lomba Popda. Namun setelah dicari di almari penyimpanan rapor punya Si B ini tidak ada. Si B lalu kusuruh pulang untuk ngecek barangkali masih ada di rumah. Ternyata setelah pulang, rapor tidak ada di rumah. Kami mencari lagi di rak rapor, tetap tidak ada. Setelah beberapa waktu, baru ketahuan ternyata rapor terselip di kelas 7a. Rupanya saat mengembalikan rapor, memasukkannya salah kamar atau sebab lain yang kurang kuketahui dengan jelas. Karena saat mengembalikan tidak melalui wali kelas, namun bersama-sama dengan siswa lain yang juga ikut lomba Popda. Ini jadi pengalaman bagi Si B agar saat pinjam dan mengembalikan rapor harus seizin dan sepengetahuan wali kelas.

Belum selesai kumasukkan nilai rapor semmester dua ke masing-masing rapor siswa, kuingat hari itu juga harus mengambil rapor anakku ketiga di SMA. Aku lalu izin kepala sekolah sekalian mampir kantor PDAM Wonosobo untuk laporan kalau meteran ledeng rumah bocor. Tentu sekalian membayar tagihan rekening air bulan ini. Itu pun ternyata tidak semudah dan secepat yang kuinginkan. Kebetulan pagi itu, pelayanan terganggu karena belum bisa online dan sedikit antri di loket pengaduan. Selang beberapa waktu, aku segera cabut untuk lanjut ke SMAN 1 Wonosobo mengambil rapor. Sesibuk apa pun seharusnya orang tua dapat mengambil rapor anaknya karena kesempatan bertemu dengan wali kelasnya. Ada kesempatan untuk berkonsultasi demi peningkatan prestasi anak atau mencari solusi bila anak mengalami kendala dalam pembelajaran. Alhamdulillah, walaupun belum begitu maksimal hasilnya, rapor anakku semua nilai baik pengetahuan dan keterampilan sudah tuntas dan jauh di atas KKM. Tak lupa kusampaikan ucapan terima kasih atas bimbingannya dan permohonan maaf atas segala kesalahan. Aku pun berjanji akan mendampingi anakku dalam belajar di kelas 12 agar lebih disiplin dan semangat.

Kembali ke sekolah aku melanjutkan memasukkan nilai semester 2 ke masing-masing rapor. Tak terasa adzan sholat Jum’at berkumandang. Itu artinya aku harus segera bergegas pulang karena di rumah ibu-ibu anggota KSM Srikandi binaan TBM Srikandi yang kukelola sudah menunggu. Agenda pertemuan KSM Srikandi kali ini adalah pembagian THR dan membayar angsuran pinjaman bagi yang pinjam. Ada beberapa yang mengajukan pinjaman baru, ada juga yang melunasi pinjaman. Sebelum pulang, aku rapikan tumpukan rapor, kupersiapkan daftar penerimaan dan berkas lain yang diperlukan. Aku juga mengambil zakat fitrah untuk tetangga sekitar rumah sebagai bentuk kepedulian ikut membagikan zakat bagi yang berhak. Ada 15 bagian yang kubawa pulang, dan sesampai rumah langsung kubagikan ke lima keluarga termasuk di antaranya pembantu rumah tangga di sekitar rumah. Rasanya lega dan senang ikut membagikan kebahagiaan kepada orang-orang yang tepat.

Selanjutnya, aku bersama ibu-ibu anggota KSM Srikandi berkumpul di TBM Srikandi untuk membagikan parcel dan menerima angsuran serta peminjaman baru. Karena waktu sudah beranjak sore, maka kepada anggota yang belum mengambil kuhimbau untuk mengambil di rumahku. Agar aku bisa mempersiapkan menu untuk berbuka sambil mencuci baju yang tadi pagi sempat tertunda. Maka sore itu, ada rasa spesial, karena banyak orang hilir mudik di rumahku. Oh ya, beberapa anggota KSM juga menitipan dagangannya untuk dipromisikan di sekolahku. Ada sale pisang, rempeyek kacang, rempeyek rese, rempeyek kacang ijo, dan rempeyek kedelai hitam. Ada juga rempeyek pegagan, molen pisang mini, dan untir. Wah, banyak memang dagangannya karena masih ada satu lagi rempeyek iwak kali alias cethul. Yah, begitulah yang kubisa untuk membantu orang lain, dengan membantu menjuakan produk rumah tangga anggota KSM Srikandi. Untuk sementara telur asin belum dapat pesanan. Rupanya benar, hari Jum’at yang selalu terasa singkat jika diisi dengan kegiatan yang padat dan bermanfaat terasa nikmat. Semoga semua itu mendapat keberkhahan dari Allah SWT lebih-lebih di hari puasa. Amin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali