Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya

Hujan Kata-Kata di Pontianak

Musim belum berganti. Kemarau sedang memanen dingin di penjuru negeri. Tapi Pontianak sudah menggiring hujan. Ya, hujan kata-kata, literasi bersemi, gurusiana merona. Bertaburan ide, gagasan, dan cerita. GTK dan Dikmas Pontianak berteriak. Menyuarakan suka cita, duka lara, pengabdian yang mengharu biru pembaca. Alunnya mengaliri menu dengan konten yang bermutu. Postingan demi postingan adalah pancaran jiwa yang amanah dan istiqomah. Mensyukuri anugerah agar meraup hidup berkah.

Adalah Ahmad Syaihu, penjaga gawang gurusiana.Menyapa dengan riang, memnyambut dengan girang. “Selamat datang di rumah baru, rumah bersama para guru” katanya. Teruslah menjumputi diksi, menjalin kata, merajut frasa. Agar kalimat-kalimat terangkai dengan nikmat. Mengikat amanat sebagai warisan peradaban bagi generasi harapan.

Adalah Ratu Lina, kepala sekolah TK. Berbagi cerita tentang sebuah kumis. Anak-anak bertanya, Mengapa kumis tumbuh di atas bibir yang manis”. Semua penasaran tapi Ibu Lia penuh kesabaran. Karena sabar itu berbuah nikmat. Murid-murid sudah tamat masih ingat dengan kumis ibu KS yang hebat. Bukankah dikenang murid itu sebuah prestasi, karena pengabdian dan dedikasi yang tinggi.

Adalah Rosita Rahim, guru hebat yang bermartabat.

Perjuangannya meraih cita penuh duka lara. Ayah tercinta pergi selamanya. Bersama ibu menyulam Korawa, penyangga ekonomi keluarga. Api terus menyala membakar jiwanya yang teguh.Ketika ujian kembali datang, hatinya tak rapuh. Karena ibu harus dihormati, merawat ibu adalah tanggung jawab anak solekhah. Tuk menghiba berkah Tuhan kelak hidupnya amanah dan istiqomah. Di puncak pendakian tertinggi, prestasi diraih, mimpi jadi nyata, kebahagiaan ibu jadi utama.

Adalah Yane Kore yang berbagi cerita. Kala mandi di sungai bercanda ria. Sambil bernyanyi menyusuri deras air. Itulah kehidupan masa kecil yang terus hadir, keindahannya tak akan berakhir. Terkenang sepanjang waktu, cerita memburu batu harta karun. Semakin senja, kenangan indah pun semakin ranum.

Teruslah berbagi kawan, kita akan bersinergi dan saling berbagi. Karena gurusiana adalah rumah bersama, seperti kita tinggal di rumah sendiri. Cukup sekian ucapan salam, selamat datang. Mohon maaf bila ada banyak kekurangan, izinkan kumemohon diri. Salam literasi!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tulisan yang penuh gizi, mamtabs

13 Jul
Balas

Makasih apresiasinya pak, maaf bila ada yang kurang berkenan. Ceritanya itu dari pada saya komentar satu-satu, setelah membaca postingan pak Syaihu, bu Ratu Lina, Rosita Rahim dan saudara Yane Kore, saya ramgkum jadi satu tulisan pak.

13 Jul

Makasih apresiasinya pak, maaf bila ada yang kurang berkenan. Ceritanya itu dari pada saya komentar satu-satu, setelah membaca postingan pak Syaihu, bu Ratu Lina, Rosita Rahim dan saudara Yane Kore, saya ramgkum jadi satu tulisan pak.

13 Jul

Semangat dan terus berkarya!

12 Jul
Balas

Terima kasih, selamat berkarya juga. Salam literasi!

13 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali