Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
Era Digital, Peran Guru Tetap Penting

Era Digital, Peran Guru Tetap Penting

Di era digital sekarang ini peran guru tetap penting dan tak tergantikan. Siswa bisa jadi lebih pandai dalam menggunakan gadget. Mereka juga lebih cepat ketika mengakses internet atau menggunakan berbagai macam aplikasi, main game, dan lainnya dalam kapasitas pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Boleh saja mereka beranggapan belajar tidak harus dengan buku dan di sekolah di jam-jam tertentu. Belajar bisa di mana saja, kapan saja, dengan sumber belajar dari mana saja. Intinya mereka paham bahwa sekarang ini, siswa memiliki akses belajar yang tak berbatas ruang dan waktu. Hingga kadang siswa mengabaikan penjelasan guru atau himbauan untuk mengurangi penggunaan internet di saat-saat tidak diperlukan. Bahkan siswa nekad ketika ada larangan membawa HP ke sekolah, demikian juga orang tua ikut memprotes kebijakan yang dianggap kurang up to date.

Memang penggunaan HP yang terkoneksi internet oleh siswa ini masih mejadi pro dan kontra antar berbagai pihak. Semua punya alasan masing-masing. Namun yang perlu dipahami bersama adalah plus minus penggunaan HP tersebut. Boleh lah, plusnya lebih banyak tetapi harus diimbangi oleh peran orang tua dan guru pedampingan dan pemantauan dalam penggunaannya. Agar siswa memanfaatkannya secara sehat dan bijak tidak untuk hal-hal yang negatif. Jika karakter siswa sudah terbangun sebagai pembelajar yang mandiri, bertanggungjawab, beretika, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, kita tidak begitu khawatir. Sebaliknya jika siswa masih mudah terpengaruh hal-hal yang negatif karena penasaran, ingin coba-coba, belum bisa membedakan benar salah, baik buruk, bermanfaat tidak bermanfaat, dan penting tidak penting tentu sangat berbahaya. Di sinilah, peran guru menjadi kompleks. Guru tidak hanya mengampu mata pelajaran yang diampu saja, tetapi harus menguasai teknologi. Guru juga harus terus belajar meningkatkan kompetensi. Agar guru dapat menjadi role model penggunaan teknologi komunikasi, khususnya internet dalam pembelajaran dan di luar jam pembelajaran. Bagaimana pun siswa butuh guru di sekolah yang akan mendampingi, mengarahkan, mendidik, dan menunjukkan hal kebenaran dan kebaikkan.

Hal ini seperti ditegaskan oleh Presiden JokoWidodo pada saat memperingati Hari Guru Nasional sekaligus HUT PGRI ke 72 lalu. “Guru tidak akan tergantikan untuk mengemban tugas profetik, menjalankan misi kemanusiaan, dan menggerakkan jiwa anak didik pada kebenaran dan kebaikan” kata Jokowi. Lanjut beliau, “Kepada guru bangsa ini, saya, metitipkan amanat untuk memupuk, memelihara, mengembangkan diri, dan membentuk karakter kita sebagai bangsa yang tangguh, berdaulat, mandiri, dan penuh toleransi”.

Peran guru dalam menentukan masa depan bangsa memang tak terelakkan. Ada yang menyebut guru merupakan garda paling depan dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita. Seperti disebut oleh Presiden Jokowi bahwa pendidikan merupakan jalan panjang bangsa dalam menghadapi tantangan membangun identitas, karakter, dan martabat negara Indonesia. “Salah satunya adalah dengan memerdekakan jiwa anak didik dalam pembelajaran yang inklusi sehingga ruang untuk munculnya kreativitas dan inovasi yang sangat dibutuhkan dalam era disrupsi saat ini” tulis Dominikus Lewuk di http://www.netralnews.com.

Mengingat begitu pentingnya guru dalam mencetak siswa yang kreatif dan inovatif, maka guru harus terus belajar dan belajar. Termasuk wajib meningkatkan empat kompetensi tersebut. Karena keempatnya merupakan standar utama yang harus dimiliki seorang guru. Ketika mengajar guru harus memahami peserta didik dan tahu bagaimana menyampaikan ilmu agar dipahaminya. Tentu hal ini terkait dengan metode, teknik, atau pendekatan yang sesuai dengan kondisi peserta didik serta ketersediaan sarana prasarana di sekolah. Seperti kita ketahui, latar belakang sekolah itu sangat beragam. Meski eranya sudah digital namun belum semua sekolah terfasilitasi dengan internet. Fasilitas pembelajaran terkini yang dipandang canggih, karena menyediakan akses informasi yang serba mudah, cepat, dan murah belum dirasakan semua peserta didik. Karena itu, kreativitas guru dalam menyediakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar pada masing-masing pembelajaran perlu ditingkatkan.

Bagi sekolah yang maju dan terfasilitasi dengan internet mungkin tidak jadi masalah. Asal guru memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengakses internet dan menggunakan media sosial secara sehat dan bijak. Maka keteladanan dari pribadi gutu tersebut sangat penting bagi peserta didik dalam rangka membangun kedewasaan berpikir dan bersikap. Yang harus kita ingat adalah pesan presiden sebagai berikut; “Kepada guru bangsa ini, saya, metitipkan amanat untuk memupuk, memelihara, mengembangkan diri, dan membentuk karakter kita sebagai bangsa yang tangguh, berdaulat, mandiri, dan penuh toleransi”. Mari kawan kita berbenah diri menghadapi tatangan era global yang serba digital biar kita ‘keponthal-ponthal’.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Justru sangat vital bu, untuk mendampingi dan mengawal anak didik tdk salah jalan, krn kemajuan teknologi

01 Jun
Balas

Betul pak, sangat vital tapi kadang ada yang menganggap sepele peran guru di zaman sekarang. Makasih apresiasinya pak Syaihu, selamat berpuasa. Semoga sehat selalu. Amin.

01 Jun

Peran guru sangat penting di era globalisasi... peranannya memberikan petunjuk dan mengarahkan dalam menghadapi dampak globalisasi terutama dampak negatif yang mengancam moral anak bangsa....

01 Jun
Balas

Benar bu, itu judul mestinya sangat penting tapi belum sempat ngedit. Tadi nulisnya di sela-sela koreksi jadi kurang fokus. Makasih apresiasinya bu Dwi. Selamat berpuasa, semoga sehat selalu. Amin

01 Jun

Peran guru tak "tergantikan". Semakin maju teknologi, justru peran guru dan orangtua semakin sangat diperlukan...njih bu Eko. Tulisan bu Eko semakin "menggigit" saja. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

01 Jun
Balas

Benar bu Nana, tadi mau saya beri judul "Era Digital, Peran Guru Tak Tergantikan" tapi kok judul itu sudah banyak tersebar di internet. Kemudian saya ganti seperti itu, eh masih salah lagi bu. Kata tetap itu mestinya sangat. Ya sudah, jadi pengalaman dan pelajaran saja bagi saya. Milih judul memang gampang-gampang susah. Alhamdulillah langsung dapat apresiasi dari pak Syaihu yang menekankan bahwa peran guru justru sangat vital. Terima kasih bu, selalu hadir mengapresiasi dan motivasi. Amin. Semoga ibu sehat dan sukses selalu juga.

01 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali