Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
Dieng Membeku

Dieng Membeku

Gambar ini hanya salah satu pemandangan di Dieng hari Selasa, 3 Juli 2018 lalu. Cuaca cerah dan udara tidak terlalu dingin. Itu saja buat kami yang sebagian besar berdomosili di Magelang sudah kedinginan. Kebetulan hari itu, kami berdua belas berwisata ke Dieng. Apalagi kalau ke Diengnya hari ini, yang dengar-dengar di Dieng sudah muncul bun upas karena dinginnya. Bisa jadi hamparan rumput bahkan tanaman kentang di Dieng memutih semua. Layaknya hamparan es yang menggigilkan badan dan menusuk tulang. Aduh, dinginnya macam apa. Di Manggisan saja aku sudah kedinginan.

Menurut status yang dibagikan teman di instagram, suhu Dieng tadi malam mencapai 2" C, sedangkan pagi tadi sudah naik jadi " C. Pantesan di bawah (wilayah kota) dinginnya luar biasa yang rata-rata suhunya antara 12 - 16" C. Kristal es atau embun es di Dieng muncul di hamparan rumput, menempel di dedaunan, juga segala tempat. Kilaunya bagaikan mutiara. Menggelinding di antara rerumputan dan daun-daun kentang. Bila diterpa sinar matahari, berkilauan sebelum akhirnya meleleh. Menjadi tamasya yang indah karena sensasi dinginnya menakjubkan. Siapa yang berani ke sana seakan berlibur di eropa, kata beberapa sumber di komentar instagram wonosobozone.com.

Ternyata kemunculan bun upas yang eksotis ini kurang disukai oleh petani Dieng. Karena bun upas bisa merusak tanaman. Daun kentang atau kol misalnya, setelah tertimpa bun upas akan patah/rusak. "Bun upas adalah fenomena membekunya embun yang tercipta karena konsentrasi awan yang berarak dekat permukaan tanah. Tanaman, rerumputan, bebatuan yang basah oleh embun tebal itu membeku karena suhu turun ke titik beku di bawah 5" C" dikutip dari www.liputan6.com.

Gambar tersebut menggambarkan kondisi Dieng sebelum muncul bun upas. Kebetulan hari cerah, daun kentang di lereng pegunungan Dieng nampak "ijo royo-royo". Jika dilihat dari jalan kelihatan asri dan menentramkan hati. Demikian juga pohon carica yang tumbuh di sela-sela lahan atau di pematang. Daunnya rimbun, pohonnya ranum. Hati siapa yang tidak senang membayangkan income penduduk Dieng yang memanen carica dan kentang. Dua komoditas pangan tersebut cukup terkenal dan dicari oleh banyak orang. Apalagi setelah menjadi produk olahan, seperti manisan carica dan kripik kentang. Harganya jadi melangit, setinggi Dataran Tinggi Dieng yang menawan. Sedangkan kondisi terkini, Jum'at, 6 Juli 2018, tanaman di Dieng tertimpa bun upas. Eksotis memang, butir-butir es serupa permata. Berkilauan menakjubkan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Dinginnya sampai sini bu Eko...brrr. Mohon maaf untuk penulisan satuan derajat kurang tepat nopo njih? Nopo faktor nulis di Hp?

06 Jul
Balas

Makasih atas kunjungan dan apresiasinya bu Dyahni M. , maaf bila masih banyak kesalakan? Ini nulisnya pakai hp bu, jadi agak susah nulisnya.

06 Jul

Brrr....tubuh saya merinding lihat gambar daun yang ditutupi es. Indah sekali pemandangan alam di Dieng ...ya Bu. Semoga kita pandai bersyukur atas semua karunia Allah SWT agar nikmatNya selalu bertambah. Meskipun bun upas bisa merusak tanaman, tetapi pasti ada hikmah dibalik itu yang belum kita ketahui.Karena tidak ada yang sia-sia akan segala sesuatu ciptaan Allah SWT baik yang ada di langit ataupun di bumi. Semakin ingin mengunjungi Dieng. Semoga suatu saat Allah memberi kesempatan untuk berkunjung ke sana. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

06 Jul
Balas

Amin. Semoga dibalik peristiwa tersebut ada hikmahnya bu. Mudah-mudahan juga, Ibu bisa liburan ke Wonosobo. Syukur mampir ke tempatku. Amin YRA.

06 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali