Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya
Datang dan Pergi

Datang dan Pergi

(Puisi)

deru kereta menggema memenuhi ruang

tempat tubuh-tubuh lelah disandarkan

tepat lonceng berdentang penanda waktu

kereta kan datang untuk menjemputmu pulang

atau memanggil orang-orang pergi

menuju peraduan sunyi

terpisah oleh jarak dan waktu

sepanjang rel kereta menghantarkan rindu

bangku-bangku panjang menjadi saksi

meski tanpa kata dan buaian mimpi

masinis terus melaju

menjalankan gerbong-gerbong sepi

ditemani bayang-bayang pohon

kelebatan rumah dan sawah

juga jembatan serta sungai

yang terlewatkan tanpa disapa

hanya deru mesin kereta

setia mengabarkan suka duka

di dalam gerbong itu

duduk seseorang, tak lepas memandang

bayang yang mendera

masa silam yang tak kan sirna

menggoreskan luka

kereta tetap melaju

menuju stasiun baru

tempat melabuhkan harapan dan mimpi

baru yang lusa kan mekar

menaungi hati jadi berbinar

menggapai matahari pagi

hingga menghilang di peraduan senja

tempat ia kan kembali

atau datang lalu pergi?

Kereta Ranggajati, 7 Oktober 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Datanglah dan singgah di sini, di hati ini. Meski pun kau datang dan pergi, ada namamu di hati. Ciyeee. Mbak, koq tumben muncul sore-sore, biasanya ngalong...hehehe. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Srikandi Dieng.

11 Oct
Balas

Haha.. aku memang sering pergi ketimbang datang. Meski kala ku tak datang, jiwaku bimbang. Ada yang hilang, ya ada yang hilang. Kehangatan sapamu, kesejukkan puja puji yang bertaburan dan doa yang terus dipanjatnya. Maka sore ini aku sengaja datang untuk mengobati rinduku pada sahabatku semua, sebelum ngalong tentunya haha...

11 Oct

Pilihan diksi oke, ala ekspresionis dan impresionis...gitulah..

11 Oct
Balas

Hehe... makasih pak, semoga bermanfaat. Masih belajar mengikat makna dengan kata nih. Salam literasi, teruslah berbagi.

11 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali