Eko Hastuti

Menulis bagiku menjadi salah satu sisi kehidupan yang penting. Ibarat orang hidup yang harus bernafas, menulis sebagai oksigen yang memberi kesegaran otak dan h...

Selengkapnya

Berselancar dan Beri Komentar

Di penghujung bulan Ramadhan ini, aktivitas literasi para gurusianer menurun. Seperti sebelumnya telah diungkapkan oleh gurusianer terpopuler bapak Ahmad Syaihu. Banyak faktor memang yang mengakibatkan berkurangnya produk tulisan. Hal ini pun sudah dipaparkan sebelumnya oleh bapak Syaihu dengan cukup gamblang. Demikian juga dalam hal membaca karya gurusianer lain, sangat sepi. Bahkan bapak Edi Prasetyo sampai berpendapat bahwa hampir semua tulisan tak laku. Tapi ironisnya, tulisan pak Edi Prasetyo justru mendapat banyak komentar. Beberapa gurusianer yang memberikan komentar seperti, bapak Ahmad Syaihu, Pak Mulya, Pak Omank, Ibu Raihana Rasyid, Bapak WA. Sutanto, Ibu Sumintarsih, dan saya sendiri. Beberapa komentar tersebut ada yang menyangkal, ada yang setuju, ada yang memotivasi, atau memberikan tanggapan yang menguatkan.

Itu artinya, penulis yang peduli dengan tulisannya akan terus memantau nasib tulisannya tersebut di tangan pembaca. Apakah tulisan kita dikunjungi orang, diminati orang, atau setidaknya dibaca orang. Paling mudah untuk mengetahui jejak kehadiran pembaca di blog kita adalah dengan melihat komentar pembaca. Namun mungkin karena kesibukkan, pengunjung tidak sempat membaca, lebih-lebih memberikan komentar. Saya setuju dengan Bu Raihana yang beragumen demikian, “Biarkan tulisan kita menemukan takdirnya sendiri...”, atau seperti kata Pak WA. Sutanto demikian, “Dont worry..”. Ibu Sumintarsih juga punya pendapat yang hampir sama, “Be bappy..... Tetap semangat pak...”. Memang secara jujur, setelah kita memposting tulisan di blog atau medsos seperti face book, ingin mengetahui respon pembaca. Hanya sebagai tolok ukur apakah tulisan kita menarik, direspon orang, bermanfaat, atau tidak. Walaupun, tanpa berkomentar pun sebenarnya tulisan kita juga dibaca orang.

Sebagai pengalaman pribadi saja, saya sering membaca tulisan gurusianer lain. Apalagi yang judulnya menggelitik dan membuat penasaran. Bisa juga dengan melihat penulisnya, saya langsung tertarik berselancar dan menyempatkan meninggakan komentar. Artinya, agar tulisan kita menarik pembaca untuk berkunjung kita perlu mengingat beberapa hal. Misalnya, mengangkat topik yang hangat dan menarik, merumuskan judul yang singkat tetapi menggelitik atau membuat penasaran. Yang ketiga kita perlu menjalis persahabatan sesama gurusianer. Kalau kita dengan senang hati mau membaca tulisan orang lain dan memberikan komentar, suatu saat kita posting tulisan juga akan ditanggapi oleh sahabat kita tersebut. Jalinan pertemanan literasi maya ini pun lama-lama bisa menumbuhkan rasa rindu bila lama kita tidak muncul. Termasuk saat kita posting tulisan beliau tidak memberikan komentar. Itu hanya pendapat pribadi, karena bagi penulis senior yang sudah konsisten menulis dan punya komitmen tinggi, tak berlaku rumus begitu. Yang penting menulis dan diposting, perkara mau dibaca atau dikomentari orang itu tak masalah. Karena pendapatnya bahwa tulisan itu akan mempunyai nasib sendiri.

Meski demikian, saya lebih teguh berpendapat sebaiknya kita tidak hanya memposting tulisan saja, sekali waktu sempatkan berselancar dan beri komentar. Membaca dan memberi komentar juga bentuk kegiatan literasi juga. Bukankah berkomentar pada tulisan orang juga tidak mudah? Kita harus membaca tulisan orang lain, mencerna, membandingkan, mengupas lebih lanjut, baru memberi komentar. Komentar pun bisa berupa kritik, saran, adu argumen, atau sekedar mengapresiasi dengan kata-kata yang singkat dan memotivasi. Ayo kita saling berkunjung dan berkomentar agar gurusiana semakin hangat dengan persahabatan dan kerinduan berliterasi yang sehat. Selamat berselancar kawan, jangan lupa tinggalkan komentar ya!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ngudar rasa. Yha itulah rona- rona rasa gado- gado. Ok..! Bun

12 Jun
Balas

Hehe.. nggih pak, matur nuwun.

21 Jun

Memang kita harus saling memotivasi dengan memberikan komentar pada tulisan gurusianer lain, agar bisa saling belajar dan memberi manfaat kpd sesama

12 Jun
Balas

Siap pak, setuju dengan bapak yang konsisten menulis dan mengapresiasi karya orang lain. Sip!

12 Jun

Setuju...walaupun jarang memposting tulisan tapi saya sempatkan membaca Gurusiana dan meninggalkan komentar di beberapa tulisan gurusianer.

12 Jun
Balas

Alhamdulillah, kalau semangat membaca dan mengapresiasi karya orang lain semakin meningkat, insyaallah gema literasinya juga tambah hebat. Terima kasih bu sudah hadir mengapresiasi dan memotivasi. Salam literasi!

12 Jun

Betul Bu... Bulan Ramadan ini sy juga kurang dan tak sempat untuk enulis dan berkomentar. Kadang hanya membuka dan membacanya saja. Selamat menybut hari raya

12 Jun
Balas

Ngga apa-apa bu, saya juga kok. Memang sedang banyak kegiatan Ramadhan dan kegiatan lainnya. Makasih ya sudah menyempatkan singgah dan meninggalkan komentar. Selamat sahur bu, semoga sehat selalu.

12 Jun

Memang begitulah...bu Eko, ada yang suka membaca tidak suka menulis. Ada yang suka menulis dan tidak suka membaca (hehehe....apa bisa ya ). Ada yang suka membaca tapi diam saja, ada yang suka berkomentar, pokoknya rame deh. Aku rindu padamu, pada tulisanmu, pada komentarmu. Mohon ma'af lahir dan bathin. Salam sehat dan sukses selalu.Semoga kita semua senantiasa dalam ridha Allah SWT.Aamiin ya robbal alaamiin. Barakallah.

12 Jun
Balas

Ahai.. aku selalu rindu sama bu Nana juga. Kalau belum muncul baik tulisan maupun komentarnya, rasanya ada yang kurang. Baik bu, trims atas doa-doa yang selalu ibu sisipkan dan energi yang selalu ibu tebarkan. Selamat berpuasa, mohon maaf bathin. Semoga ibu sehat selalu juga. Amin.. amin.. amin.

12 Jun

Betul bu, dengan berselancar dan berkomentar paling tidak bisa menambah wawasan dan menjalin silaturahmi. Salam Literasi

12 Jun
Balas

Alhamdulillah bapak mendukung dan sudah berselancar di rumahku. Komentar yang bapak tinggalkan juga merupakan wujud silaturahmi literasi, semoga memberkahi pak. Amin.

12 Jun

Setuju sekali bu eko, mantap, agar kita juga tidak egosentris, dengan berselancar mencermati dan membaca ttulisan sesama kita, wawasan bertambah dan berkembang. Salam literasi.......

12 Jun
Balas

Alhamdulillah, mari kita saling mengapresiasi, memotivasi, dan insyaallah menginspirasi yang lain pak. Trims kunjungannya, selamat pagi.

12 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali